"Namanya juga olahraga, pasti capek." Kalimat itu benar sampai batas tertentu. Capek adalah bagian dari latihan, tetapi ada sinyal dari tubuh yang bukan capek biasa. Mengenalinya bisa membuat Anda tetap aman, dan itu jauh lebih penting daripada menyelesaikan satu set.
Empat tanda yang jangan diabaikan
Dalam wawancara dengan detikHealth, dokter spesialis jantung dr. Bambang Dwiputra, Sp.JP(K), menyebut beberapa gejala yang sebaiknya membuat orang berhenti atau menurunkan intensitas latihan. Wawancara itu dimuat pada Desember 2024 dalam artikel "Tips dari Dokter Jantung agar Tak Kolaps saat Olahraga". Gejalanya:
- Napas terasa tidak sampai. Bukan sekadar ngos-ngosan, tapi sesak yang tidak membaik saat melambat.
- Nyeri dada.
- Keringat dingin.
- Pandangan berkunang-kunang atau serasa mau pingsan.
Kalau salah satunya muncul, berhenti, duduk atau berbaring dengan nyaman, dan minta bantuan orang di sekitar. Jika gejala tidak mereda atau berat, segera cari pertolongan medis.

Tips agar latihan lebih aman
Dokter yang sama memberi beberapa pengingat sederhana:
- Pastikan badan bugar sebelum berolahraga. Jangan memaksakan olahraga berat saat sudah kelelahan setelah bekerja seharian.
- Lakukan pemanasan, terutama sebelum lari cepat.
- Lakukan pendinginan setelah olahraga, sekitar 10 sampai 20 menit.
Tips pemanasan dan pendinginan yang lebih rinci ada di artikel kami, pemanasan dan pendinginan.
Bedanya capek dan bahaya
| Wajar saat latihan | Perlu berhenti |
|---|---|
| Napas cepat tapi membaik saat istirahat | Sesak yang tidak membaik, napas tidak sampai |
| Otot terasa terbakar atau lelah | Nyeri atau rasa tertekan di dada |
| Berkeringat karena hangat | Keringat dingin mendadak disertai lemas |
| Letih setelah satu set | Pandangan gelap atau mau pingsan |
Siapa yang sebaiknya periksa dulu?
Jika Anda sudah lama tidak berolahraga, berusia di atas 40 tahun dan hendak memulai olahraga berintensitas tinggi, punya riwayat penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, atau ada keluarga dekat dengan penyakit jantung di usia muda, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum memulai. Dokter bisa menyarankan pemeriksaan yang sesuai. Peningkatan latihan juga sebaiknya bertahap, sebagaimana dijelaskan di artikel Kemenkes ini.
Di latihan Sparko Solo, kami selalu bilang: ambil versi yang lebih ringan kapan pun perlu. Itu bukan kalah, itu cara bertahan lama. Tulisan ini informasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter.



